Jumat, 16 Februari 2018

TENTANG KENANGAN

Aku tidak pernah lupa tentang hujan, …
juga senyum itu
Juga cerita di depan dua mangkuk soto ayam yang ditelan pun sulit kurasa
Atau diskusi kita saat berkendara berdua di kotamu,
ketika aku masih hanya sekedar bersyukur bisa mengenalmu
Juga hujan-hujan lalu ketika kamu hanya sekedar menggangguku dengan manisnya
Ya, aku ingat semuanya
Tatapanmu ketika kita bersebelahan hingga affogato-ku mencair
Dan obrolan di tangga itu,
apakah kamu juga mengingatnya?
Kuharap…
Aku memang salah pada awalnya, pada awal ini semua
Pada siang itu ketika kamu memanggilku berulang kali, lalu kamu menghilang
Dan mungkin aku juga melupakan janjiku untuk menemani dan membantumu saat itu
Maafkan aku…
Namun selebihnya…
Aku harap kamu juga mengerti perihal kemarahanku
Atau sikap diamku
Karena aku memang egois menginginkanmu untukku sendiri
Jangan salah, rasaku tak pernah berubah sejak kita berpisah kala itu
Ketika kamu berkata akan menggantung nasibmu
Namun semuanya menjadi rumit
Dan aku tidak mengerti lagi segala yang kutahu tentangmu
Kurasa ini lelucon, sangat menyedihkan bagiku
Timbul tenggelam, aku berantakan
Pun aku masih belum dapat mencerna ingatan belakangan
Pun tidak mengerti pula apa yang kumau
Kurasa aku akan jujur, aku bingung
Linglung bagaimana harus memosisikan diriku
Dan bimbang
Apakah penglihatan ini hanya fatamorgana?
Akulah yang berada di kegelapan!
Mungkin itu adalah hukuman Tuhan atas apa yang telah kulakukan
Atau mungkin karena kita tidak pernah memulai, maka tidak ada yang perlu diakhiri?
Tapi tetap saja tanda tanya itu selalu ada bagiku!
Apa aku bagimu?

#160218#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar