Kamis, 19 Oktober 2017

RAHASIA

Awan abu-abu tandaku merindu
Hujan tidak turun karna langit masih begitu biru
Pun matahari masih lolos dari pucuk-pucuk puncak akasia sisa yang merajalela
Aku tahu engkau tahu dimana
Ya, tentu di sana
Jangan ditanya lagi
Hanya jawabanku yang masih harus kau tanya
-Tiara E. Ardi-
#05102017#
*ditulis dalam perjalanan menuju Balikpapan

Rabu, 30 Agustus 2017

DI SITU

Dingin itu kurindu
Rintik itu kurindu
Biru menghiasi memoriku
Masa yang tidak ingin kuakhiri
Ketika semua ada di situ
Juga kamu
Dan juga keunikanmu
...
Tapi dia berlalu
Tetap di situ
Ingatan yang tidak akan berpindah
Tepat di mana dia selalu terbayang
Aku tidak jatuh cinta
Aku hanya merindu
Biar selebihnya nanti saja
Tapi saat ini, ... aku hanya ingin kamu
-Tiara E. Ardi-
#30082017#

Selasa, 15 Agustus 2017

MATI
Satu Dua Tiga
Kata terhitung dalam angka
Pun aku tak tahu apa maknanya
Otak ini kosong tapi isinya penuh
Hati ini hampa tapi selalu sesak
Kegilaan ini tidak terjelaskan
Tidak tergambarkan dan tidak tersingkirkan
Muak! Lelah! Ingin sampai di sini saja!
Pun kata penghidup tidak mau aku muntahkan
Karena itu terlalu palsu
Aku hanya tiada
Entah sejak kapan
(?)
-Tiara E. Ardi-
#15082017#


“Hidup hanya menunda kekalahan... Sebelum akhirnya kita menyerah” –Chairil Anwar–

Sabtu, 06 Mei 2017

KITA


Kita adalah pohon-pohon muda
Yang ditanam dengan harapan yang terlalu tinggi
Tumbuh dengan tegar karena keadaan menjadi sulit
Sambil berusaha menjulang untuk menggapai langit

Tapi angin yang menerpa semakin kencang
Semakin tinggi berdiri udara semakin dingin
Jika kita terlalu tegar, maka bisa patah seketika
Jika terlalu banyak meliuk, maka tujuan bisa terlupa

Tapi aku sedang berada di antara hidup dan mati
Di antara akan patah dan menyerah
Atau tetap berpura-pura tegar dengan tubuh yang meronta
Masa depan terlihat gelap di mata
Lelah ini menggali kuburku
-Tiara E. Ardi-
#020517#