Rabu, 30 Agustus 2017

DI SITU

Dingin itu kurindu
Rintik itu kurindu
Biru menghiasi memoriku
Masa yang tidak ingin kuakhiri
Ketika semua ada di situ
Juga kamu
Dan juga keunikanmu
...
Tapi dia berlalu
Tetap di situ
Ingatan yang tidak akan berpindah
Tepat di mana dia selalu terbayang
Aku tidak jatuh cinta
Aku hanya merindu
Biar selebihnya nanti saja
Tapi saat ini, ... aku hanya ingin kamu
-Tiara E. Ardi-
#30082017#

Selasa, 15 Agustus 2017

MATI
Satu Dua Tiga
Kata terhitung dalam angka
Pun aku tak tahu apa maknanya
Otak ini kosong tapi isinya penuh
Hati ini hampa tapi selalu sesak
Kegilaan ini tidak terjelaskan
Tidak tergambarkan dan tidak tersingkirkan
Muak! Lelah! Ingin sampai di sini saja!
Pun kata penghidup tidak mau aku muntahkan
Karena itu terlalu palsu
Aku hanya tiada
Entah sejak kapan
(?)
-Tiara E. Ardi-
#15082017#


“Hidup hanya menunda kekalahan... Sebelum akhirnya kita menyerah” –Chairil Anwar–

Sabtu, 06 Mei 2017

KITA


Kita adalah pohon-pohon muda
Yang ditanam dengan harapan yang terlalu tinggi
Tumbuh dengan tegar karena keadaan menjadi sulit
Sambil berusaha menjulang untuk menggapai langit

Tapi angin yang menerpa semakin kencang
Semakin tinggi berdiri udara semakin dingin
Jika kita terlalu tegar, maka bisa patah seketika
Jika terlalu banyak meliuk, maka tujuan bisa terlupa

Tapi aku sedang berada di antara hidup dan mati
Di antara akan patah dan menyerah
Atau tetap berpura-pura tegar dengan tubuh yang meronta
Masa depan terlihat gelap di mata
Lelah ini menggali kuburku
-Tiara E. Ardi-
#020517#

Senin, 10 April 2017

NADIR

Ada satu waktu aku hampir menyerah pada hidup
Membiarkan ombak laut membawaku entah kemana
Entah terdampar ke tepian atau bergejolak saja di gelombang
Itu adalah kini
Tidak biasa hidup begitu bekunya
Tidak biasa pikiran begitu matinya
Tidak biasa juga aku menyerah padanya
Kata orang itu biasa
Tapi di dalam dia tidak biasa
Ada badai mengamuk di dalam sini
Apapun itu, entahlah apa
Teriakannya hanya ada di dalam sini
Titik nadir
Entah aku sampai pada apa
Entah juga akan berhenti dimana
Tiada daya upaya, tiada makna jua
Tiada terlihat tapi membunuh perlahan
Tiada membunuh karena tiada yang melihat
Mungkin ini adalah titik dimana hanya ada tanda tanya
Kapan ada jawabnya, entah
Karena hanya ada diam
-Tiara E. Ardi-