Minggu, 19 November 2017

MASIH TENTANG DIA

Aku sadar saat ini hujan telah berpindah
Sendu memang, yang kuingat tentangmu
Tetapi kita memang lebih sering bertemu ketika langit menjadi abu-abu
Aku sengaja tidak menghitung purnama bila itu adalah pamrih
Karena aku tidak pernah meminta kau untuk bertanggungjawab atas penantian ini
Akulah yang memilih untuk menanti!
Dan aku pula yang sepatutnya bertanggungjawab atas kegundahan ini
Jangan memaksakan diri jika engkau hanya iba
Karena aku tidak butuh pengasihan
Aku sudah terbiasa hidup sendiri!
Terkadang sepi seperti mati
Tapi aku mampu membuatnya menjadi si Lazarus
Terima kasih
Aku hanya ingin melihat hatimu yang jernih
Bukan hati abu-abu seperti langit yang selalu mewarnai perjalananku ketika ada kamu!

-Tiara E. Ardi-
#10112017#



Minggu, 12 November 2017

KEMELUTKU

Aku pernah hidup pada dua dunia berbeda
Yang mana keduanya saling mengaku paling benar
Dunia satu, membela yang tak berdaya
Menganggap pengerjaannya hal paling mulia
Dunia dua, membela yang berpunya
Menganggap pembela tak berdaya hanya ingin berpunya
Keduanya tak ada beda
Dunia satu kadang kehilangan akal
Dunia dua kadang kehilangan hati
Mereka sama saja
Hanya saja tak mau saling menyentuh di antara
Aih sudah…
Ku harap aku tidak kehilangan dua-dua
Walaupun aku memilih satu dunia
-Tiara E. Ardi-
#12112017#

Jumat, 27 Oktober 2017

ABSTRAK

Rerintik yang tidak terlihat
Hanya hampa yang ada di dada
Pada suatu masa yang menjemput senja
Ada perasaan-perasaan yang memang dimaksud untuk ditahan
Mengharap suatu ketika ia akan lepas
Tidak ada janji yang dipingit
Seperti juga tidak ada rahasia yang diucap
Hanya saja hati ini selalu pilu
Menanti kapan datangnya paruh yang lain
Yang bahkan tidak bisa diungkapkan dengan benar di sini
Dia sedang sangat ringkih
Hanya sentuhan kecil akan meruntuhkannya dalam sesaat
Oh ragaku, aku iba kepada jiwamu
Tiada terasa benar segala sesuatu
Dalam hati ku berharap aku menjauh
Karena senduku tidak mengenal waktu

#27102017#
-Tiara E. Ardi-

Kamis, 19 Oktober 2017

RAHASIA

Awan abu-abu tandaku merindu
Hujan tidak turun karna langit masih begitu biru
Pun matahari masih lolos dari pucuk-pucuk puncak akasia sisa yang merajalela
Aku tahu engkau tahu dimana
Ya, tentu di sana
Jangan ditanya lagi
Hanya jawabanku yang masih harus kau tanya
-Tiara E. Ardi-
#05102017#
*ditulis dalam perjalanan menuju Balikpapan

Rabu, 30 Agustus 2017

DI SITU

Dingin itu kurindu
Rintik itu kurindu
Biru menghiasi memoriku
Masa yang tidak ingin kuakhiri
Ketika semua ada di situ
Juga kamu
Dan juga keunikanmu
...
Tapi dia berlalu
Tetap di situ
Ingatan yang tidak akan berpindah
Tepat di mana dia selalu terbayang
Aku tidak jatuh cinta
Aku hanya merindu
Biar selebihnya nanti saja
Tapi saat ini, ... aku hanya ingin kamu
-Tiara E. Ardi-
#30082017#