Senin, 10 April 2017

NADIR

Ada satu waktu aku hampir menyerah pada hidup
Membiarkan ombak laut membawaku entah kemana
Entah terdampar ke tepian atau bergejolak saja di gelombang
Itu adalah kini
Tidak biasa hidup begitu bekunya
Tidak biasa pikiran begitu matinya
Tidak biasa juga aku menyerah padanya
Kata orang itu biasa
Tapi di dalam dia tidak biasa
Ada badai mengamuk di dalam sini
Apapun itu, entahlah apa
Teriakannya hanya ada di dalam sini
Titik nadir
Entah aku sampai pada apa
Entah juga akan berhenti dimana
Tiada daya upaya, tiada makna jua
Tiada terlihat tapi membunuh perlahan
Tiada membunuh karena tiada yang melihat
Mungkin ini adalah titik dimana hanya ada tanda tanya
Kapan ada jawabnya, entah
Karena hanya ada diam
-Tiara E. Ardi-