Selasa, 26 Mei 2015

SENDU

Sendu...
Inginnya ku merayu
Membuang rasa malu
Tapi aku terjatuh
Malu, marah karna ku rindu padamu
Mengingat masa lalu
Saat desir angin mendayu
Kalau pasir begitu merindukan air
Mengapa pula ia harus mendesir?
Derak batu karna langkah
Dan daun yang menua
Atau rintihan hujan yang buta
Mengapa juga kurindu padanya?
Demi jiwa yang renta aku terjaga
Menatap api merana yang masih terjaga
Ah, andai saja semudah itu
Inginnya ku merayu padamu
Menjaga bulan-bulan sendu dan merindu
Inginnya ku menapak langit dan melupakan tanah
Andai saja awan-awan menerima
Kusudahi jalan sampai di sini saja
-Tiara E. Ardi-
#260515#

Sabtu, 09 Mei 2015

Terus Saja Begitu!

Dunia jadi semu
Tapi bukan abu-abu
Semua orang melihat dengan kacamata kudanya masing-masing
Terus saja begitu!
Raasanya aku ingin masuk ke kehampaan saja
Tapi bagaimana dengan Ibuku?
Atau Bapakku?
Atau Adik-adikku?
Andai saja…
Ah itu tidak mungkin!
Pernahkah kau merasa membunuh saudaramu?
Bukan saudara yang saudara, tapi SAUDARA
Mungkin pernah, tapi tidak dipikir saja!
Aku hanya berharap ada alien datang,
Supaya manusia tidak sibuk saling berseteru
Ah, raksasa hitam sedang mengamuk di kepalaku!
Setan-setan melompat dari galian tanah dan batu yang tergeruk
Kenapa engkau masih berseteru?
Tinta hijau masih terlukis di atas kertas
Kenapa engkau memaku?
Tidak pernah kah kau memandang langit biru?
Atau merasakan desau angin merayu?
Atau memandang matahari yang mengucapkan sampai jumpa lagi padamu?
Tapi engkau sibuk berseteru!
Yang tahu membisu!
Yang diam terganggu!
Terus saja begitu!
Sampai nanti aku takkan merayu.
-Tiara E. Ardi-
#090515#