Rabu, 26 November 2014

TIADA JUDUL

Aku bernyayi
Tapi tak ada suara terdengar
Aku berteriak
Tapi hening tak mau mengalah
Kenapa kau diam saja?
Membisu seperti batu yang digerus air
Aku ingin menjerit!
Aku ingin mencaci!
Pecah rasanya kepala ini terus diadu dengan batu yang menancap
Aku merasa seperti keledai yang terus terperosok
Ada merpati putih kebingungan mencari jalan pulang
Kenapa tidak dijerat saja dan dimasukan ke dalam sangkar?
Apa aku harus menunggu hening ini tiada?
Untuk sekedar mencari peruntungan dalam perjudian
-Tiara E. Ardi-
#261114#

Kamis, 20 November 2014

JIWA

Aku duduk menatap cermin menembus malam
Memandang pantulan diriku yang mengabur
Hitam, kelam, hampir tak tampak
Kepalsuan menatap pada mata yang gelisah
Ku lihat setan hitam menari di dalam sana
Mungkinkah dia merasa menang melihat jiwa yang sekarat?
Ku lihat cahaya jiwa mulai meredup
Hampir mati tertiup angin yang mendera
Apakah ia akan tiada?
Terhimpit di antara luka dan derita
Oh, mungkin sekalian ku tiup saja
Biar tiada karena tak ada yang menjaga
-Tiara E. Ardi-
#201114#


RAKUS

Sepertinya semuanya hanya metafora belaka
Yang ku lihat dunia sedang penuh derita
Topeng-topeng ramah bertebaran dimana-mana
Bermuka manis & tersenyum menghina
Siapa yang tahu apa di baliknya?
Mungkin saja ia ular berbisa berkepala dua
Siap memagut mangsanya yang lengah
Rasanya dunia ini seperti kebun binatang
Dimana banyak monyet-monyet menari bergoyang di balik topengnya
Apakah semuanya melulu dengan kepalsuan?
Tidakkah mereka lihat ibu yang renta dan sekarat?
Pun Penciptanya dilupakan bagai angin lalu
Bakar saja semuanya biar hangus!
Biar nanti kau rasakan derita sampai mati
Saat kau sadar
Semuanya telah pergi

-Tiara E. Ardi-
#201114#

Selasa, 18 November 2014

KERTAS PUTIH

Buku ini sudah hampir habis
Kertas putihnya sudah banyak terisi
Tidak ada yang istimewa
Hanya berisi cerita-cerita biasa
Karena hidupku terlalu luar biasa
Kulihat matahari sudah meredup
Cahayanya sudah tidak bisa sampai ke sini
Rasanya dingin sekali
Hampir-hampir aku mati membeku
Guyuran hujan pun tiada hentinya membasahi
Kudengar saat kita menginginkan sesuatu
Maka semesta pun akan membantu
Tapi peduli setan jika yang diinginkan pun tidak ingin
Malam semakin larut dan kertas putih semakin kalut
Kulihat lembar kosongnya sudah hampir ajal
Ku tutup dan ku sudahi saja buku ini atau terus ku lanjut?
Mungkin harus kutambahi beberapa lembar kosong lagi
Wah, wah, bagaimana ini?
Aku dan kertas putih semakin kalut
-Tiara E. Ardi-
#181114#

Senin, 17 November 2014

LAMPU

Ada seorang anak lelaki yang meminta malam yang terang
Katanya “kenapa malam selalu hitam?”
Aku menjawab “ada juga malam yang terang”
Seperti ketika bulan merajai senja
Saat lautan seperti ingin terbang
Ketika manusia gundah memuja purnama
Atau berdiri saja dirimu di bawah lampu malam
-Tiara E. Ardi-
#161114#
MALAM

Ketika langit berselimut hitam
Ketika damainya kesunyian merengkuh jiwa
Hati terbuka dan pikiran terbuka
Desau kerinduan yang lalu
Juga kebahagiannya
Mimpi-mimpi yang bergelimpangan
Dan khayalan yang menjadi nyata
Jendela dunia yang mulai terpejam
Atau jendela yang baru terbuka
Semua membawa ketenangan
Napas dunia yang kembali terdengar
Setelah terang merampasnya dengan rakus
Suara bumi yang kembali
Oh, damainya…
-Tiara E. Ardi-
#141114#