Selasa, 23 Juli 2013

Bukan Hanya Aku

Saat langit siang sendu, ternyata ada sinar matahari yang menerobos awan
Saat langit malam mendung, tiba-tiba ada bintang yang mengintip dari baliknya
Saat hujan turun, tak disangka ada pelangi yang menghiasinya
Selalu saja ada warna yang menghibur jiwa
Kata orang tidak ada yang namanya teman sepenanggungan?
Tapi aku punya, walaupun hanya segelintir saja
Mereka seperti berlian di tengah hamparan pasir
Mereka memang tidak tanpa cela
Mereka bahkan sering mencelaku
Tapi, hey!
Kata seseorang, berteman saja dengan malaikat bila kamu mencari teman yang tanpa cela
Aku hanya mencari teman yang sempurna
Karena Tuhan berkata manusia adalah makhluk ciptaan-Nya yang paling sempurna
Mereka memang gila
Tapi mereka menyelamatkanku dari kegilaan hidup
Saat aku sedih mereka memang tidak ikut bersedih
Tapi mereka malah berubah menjadi badut yang menghiburku
Dengan cara-cara yang tidak biasa mereka sangat menyenangkan
Dan dengan cara-cara yang tidak biasa pula mereka bisa sangat menjengkelkan
Tapi, hey!
Bukankah kita selalu menertawakan kesengsaraan kita?
Membuat lelucon tentang penderitaan kita dulu
Bernostalgia menceritakan hal yang sama selama bertahun-tahun
Tetapi tetap saja masih membuat kita tertawa terpingkal-pingkal
Atau ingatkah dulu?
Ketika kita berkhayal hal-hal gila terjadi saat “detik penuh penderitaan”
Atau berekspektasi tentang rencana-rencana besar kita
Sepertinya sekarang memang telah menjadi lelucon belaka
Tapi bukankah itu masa penderitaan yang indah?
Memori menggelikan yang sekarang kita pikir “amat bodoh mau melakukannya”
Dan aku amat bersyukur memiliki kalian di dalam memoriku yang amat terbatas


-Tiara E. Ardi-
#160713#

Tidak ada komentar:

Posting Komentar