Senin, 13 Mei 2013


Aiedail

Dikala gelap masih menyelimuti bumi
Dikala dingin masih membekukan tulang
Dikala panggilan Tuhan siap menyambut fajar

Yang paling bersinar di antara yang lain
Yang terindah diantara berjuta bintang
Yang selalu menyapaku selepas ku terjaga

Dimanakah kau berada saat ini?
Apakah kau bersembunyi dibalik awan mendung yang menggantung tipis di tepian langit?
Aku bersumpah melihat bintang jatuh di pagi ini
Tapi tidak menemukanmu yang selalu ku nanti
Ke manakah ku harus mencari?
Sosokmu yang terindah di pagi hari
Hey bintang fajar!
Ke manakah dirimu pergi?

-Tiara E. Ardi-
#130513#

Kamis, 02 Mei 2013

IBU

Waktu telah berlalu, sangat lama semenjak hari itu
Dulu engkau begitu tinggi di hadapanku, terlihat muda dan begitu kuatnya
Sebegitu kuatnya, menggendong anak-anakmu menempuh jarak yang cukup jauh
Menjaga kehidupan dan seisinya dimana aku termasuk di dalamnya
Mencintai dan mengasuh buah hati yang mungkin tidak memahamimu saat itu
Sementara engkau mengenyampingkan kesenanganmu semata

Hari demi hari, bulan demi bulan, tahun demi tahun
Waktu berlalu dengan cepat dan juga lambat pada kodratnya
Engkau tetap menjalankan rutinitas yang menjemukan bagiku tanpa lelahnya
Terkadang jalan menjadi sulit, terlalu banyak lubang untuk dilalui
Tapi engkau tangguh menghadapinya, setangguh ksatria terkuat di bumi ini
Engkau telah menempuh perjalanan panjang ini dengan ketabahan yang mengagumkan

Hingga tiba malam ini, ketika tanpa sengaja aku melihatmu dari belakang
Dan tampaklah rambut putih yang sudah merajalela kepalamu yang dulunya hitam
Warna yang menandakan betapa tuanya dirimu kini
Warna yang membuat diriku terkejut betapa cepatnya waktu berlalu
Warna yang menampar diriku hingga terpuruk merenungkan waktu yang telah berlalu
Mengingatkan bahwa aku belumlah dapat mengembalikan apa yang telah engkau berikan
Cinta, pengorbanan, kerja keras, dan segala yang engkau punya

Empat bait tulisan ini tidak akan dapat menggambarkan maafku
Empat bait tulisan ini tidak akan dapat mewakili syukurku
Empat bait tulisan ini tidak akan dapat mengucapkan terima kasihku padamu
Empat bait perenunganku di tengah malam menjelang pagi yang menanti
Empat bait yang kutulis hanya untukmu seorang,
IBU

-Tiara E. Ardi-
#020513#

Rabu, 01 Mei 2013

Sang Kelana

Sang Kelana,
Menapak bumi menuju puncak tertinggi
Berjalan turun hingga ke perut bumi
Di langit ia terbang bebas seperti burung
Di lautan ia berenang selincah ikan

Sang Kelana,
Menyapa hewan-hewan seperti kawan
Menyentuh tetumbuhan seperti sutra
Menikmati desir angin seperti surga
Menyambut butir hujan yang mengeroyok dirinya

Sang Kelana,
Itu kamu, juga aku, juga kami, juga kita
Sang Kelana,
Yang rupawan, yang tidak rupawan, yang bijak, yang tidak bijak
Sang Kelana,
Yang berbicara, yang diam, yang mendengarkan, yang tidak mendengarkan
Sang Kelana,
Yang mengamati, yang acuh, yang memberi, yang meminta
Sang Kelana,
Yang sering tertawa, tapi sering menangis
Sang Kelana, itulah Sang Kelana



-Tiara E. Ardi-
#250413#
~ persembahan untuk kawan-kawan seperjuangan ~