Kamis, 18 April 2013


SORE INI

Awan mendung, rintik hujan, gelegar petir, sore ini. Akankah pelangi datang? Membawa senyuman yang menghiasi langit senja. Memberiku secercah harapan untuk menghibur hati yang lara.

Sore ini, matahari bagai ditelan langit. Tertutup awan hitam hingga malam menjemput senja. Kicau sore burung-burung cantik tersamar oleh tetes air hujan. Memberikan suara ketenangan yang mencekam.

Sore ini, ketika sepi menghampiri aku. Sunyi seperti goa yang mati tanpa tetes air. Menunggu dirimu yang mungkin tidak akan datang hingga fajar berlalu esok hari. Seperti mengharap matahari akan bersinar esok hari, seperti mengharap kedatanganmu.

Dalam sepi, dalam diam, dalam terang di tengah kegelapan. Aku berharap kepada langit malam yang diam. Agar matahari terbit esok hari, membawa senyumanmu yang kunantikan. Dimana aku meminta kepada waktu agar membeku pada saat indah itu.

-Tiara E. Ardi-
#02042013#

Salam Perkenalan


Kertas Kosong, kenapa?

Karena kertas kosong dapat diisi dengan apa saja yang kita suka. Entah itu tulisan, gambar, atau hal lainnya. Puluhan, ratusan, hingga ribuan cerita fakta dan fiksi akan mengisi kertas kosong ini. Dan kertas kosong akan menjadi tidak kosong lagi saat halaman terakhirnya dalam kehidupan ini telah terisi, maka dimulailah cerita baru lainnya yang abadi.

Paduan warna akan mengisi kertas kosong ini, seperti warna-warni yang ditawarkan oleh kehidupan. Lantunan musik akan menghiasinya dengan nada-nada dan lirik-lirik yang bercampur aduk. Namun gambaran kehidupan tetap akan terlukiskan dengan indah bila kita melihatnya dari sisi yang tepat. Hmm, rasanya terlalu puitis untuk dideskripsikan. Jadi, kita akan lihat seperti apa nantinya isi kertas kosong ini.

Selamat menikmati…